Hi.. Bey, maafin aku udah bikin kamu khawatir..
Kamu sehat kan? Jgn sakit2 ya bey sayang.
Hmm.. Bey, aku rindu saat kita bersama seperti Romeo dan Juliet
yang saling mencintai sampai terkadang membuat orang lain iri. Entah kenapa
semua itu gak pernah bisa hilang gitu aja dipikiran aku, masih inget banget
disaat aku pertama kali nya kenal kamu, dan pertama kalinya juga aku ngerasain
yang namanya kecewa. Karena saat itulah aku lagi sayang2 nya sama kamu dan
tiba2 kamu pergi gitu aja tanpa kabar. Udahlah mungkin ini cerita dulu yang
udah gak mau kamu inget lagi. Dan sekarang kali kedua pada yg sama, aku bisa
milikin kamu (lagi) sepenuhnya.
You know what I feel, Bey? I’m so happy!!!
Seneng yang gak bisa aku ungkapin dengan kata2, intinya aku
bahagia punya kamu dan milikin kamu.
Rasa itu gak pernah hilang walaupun kita udah gak pernah
bersama dengan waktu yang lama. Dari situlah semua berawal, aku bener2 janji
sama diri aku untuk serius sama kamu. Ibarat rumah, aku lagi mau ngebangun ini
dari awal sampe akhirnya nanti bisa kita tempatin bareng2. Aku begitu yakin sama
kamu karena kamu smart! Kamu pinter!. Aku butuh pendamping hidup yang bukan
hanya bermodalkan cantik saja tapi dia bisa gunain otak dia untuk apa, karena
anak yang cerdas dilahirkan dari calon ibu yang cerdas juga, yaitu kamu!
Pada saat itu kita baru ngerasain apa yang namanya CINTA,
semua hal yang kita lakukan selalu membawa keceriaan, tak ada amarah dan keluh
kesah yang ada hanya canda dan tawa disetiap hari kita. Sungguh indah masa itu
walaupun kita jarang bertatapan muka dan kita punya kesibukan masing2 tapi kita
tetap cinta.
Tapi sekarang? Semua telah pupus seiring bertambah usia
hubungan kita, hari demi hari kita lalui hanyalah kesalah pahaman, ego yang
tinggi bahkan ketika saling ingin mengetahui kabar masing-masing ada saja yang
selalu diributkan. Tak ada lagi keceriaan yang dihadirkan seperti dulu yang
setiap waktu kita buat. Sekarang ego adalah masalah besar yang kita hadapi, ada
yang mengatakan bahwa “kenyataan tak selalu indah seperti bayangan”. Aku hanya
bisa berdoa semoga Allah bantu kita menghadapi ujian di hubungan ini. Entah nanti
berakhir tetap dengan aku atau tidak, aku selalu senang menjalaninya dengan
kamu. Entah serius atau bercanda hubungan ini, aku bahagia bersama kamu.
Meski sudah melangkah paling hati2, ada saat nya hati akan
sakit. Aku sudah tak ingin mengganti/mencari yang baru karena mungkin
beranggapan bahwa yang baru lebih baik/lebih menarik tapi apakah itu bisa
membuat kita nyaman dengan yang baru? Jatuh cinta mungkin mudah, tapi untuk
mempertahankan cinta untuk mengerti bahwa kebosanan dan kejenuhan adalah
kestabilan hubungan untuk sadar betapa kekanak2an nya menyudahi. Tapi inilah
perjalanan, kaki bertugas melintasi dan hati mempelajari apapun yang akan
dihadapi. Sejuta tempat singgah berkelana hingga terdiam dititik lelah
masing-masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang disebut rumah. Kalo
tempat terbaik untuk pulang adalah rumah, kenapa harus mampir? Kalo tempat
ternyaman untuk kembali adalah kamu, kenapa harus yang lain?
Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana
memulainya, dan bagaimana mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan, dan
menjadi dewasa dalam setiap masalah. Detik yang berlalu akan menjadi kenangan,
jangan pernah meremehkan kebersamaan. Sebelum waktu mengajari arti sebuah
kehilangan dan kita hanya bisa menyalahkan keadaan. Karena yang membuat kita
bertahan bukanlah kekuatan tapi ketulusan.
I love you, Bey…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar