Selasa, 10 Mei 2016

Karena yang membuat kita bertahan bukanlah kekuatan tapi ketulusan

Hi.. Bey, maafin aku udah bikin kamu khawatir..
Kamu sehat kan? Jgn sakit2 ya bey sayang.
Hmm.. Bey, aku rindu saat kita bersama seperti Romeo dan Juliet yang saling mencintai sampai terkadang membuat orang lain iri. Entah kenapa semua itu gak pernah bisa hilang gitu aja dipikiran aku, masih inget banget disaat aku pertama kali nya kenal kamu, dan pertama kalinya juga aku ngerasain yang namanya kecewa. Karena saat itulah aku lagi sayang2 nya sama kamu dan tiba2 kamu pergi gitu aja tanpa kabar. Udahlah mungkin ini cerita dulu yang udah gak mau kamu inget lagi. Dan sekarang kali kedua pada yg sama, aku bisa milikin kamu (lagi) sepenuhnya.
You know what I feel, Bey? I’m so happy!!!
Seneng yang gak bisa aku ungkapin dengan kata2, intinya aku bahagia punya kamu dan milikin kamu.
Rasa itu gak pernah hilang walaupun kita udah gak pernah bersama dengan waktu yang lama. Dari situlah semua berawal, aku bener2 janji sama diri aku untuk serius sama kamu. Ibarat rumah, aku lagi mau ngebangun ini dari awal sampe akhirnya nanti bisa kita tempatin bareng2. Aku begitu yakin sama kamu karena kamu smart! Kamu pinter!. Aku butuh pendamping hidup yang bukan hanya bermodalkan cantik saja tapi dia bisa gunain otak dia untuk apa, karena anak yang cerdas dilahirkan dari calon ibu yang cerdas juga, yaitu kamu!
Pada saat itu kita baru ngerasain apa yang namanya CINTA, semua hal yang kita lakukan selalu membawa keceriaan, tak ada amarah dan keluh kesah yang ada hanya canda dan tawa disetiap hari kita. Sungguh indah masa itu walaupun kita jarang bertatapan muka dan kita punya kesibukan masing2 tapi kita tetap cinta.
Tapi sekarang? Semua telah pupus seiring bertambah usia hubungan kita, hari demi hari kita lalui hanyalah kesalah pahaman, ego yang tinggi bahkan ketika saling ingin mengetahui kabar masing-masing ada saja yang selalu diributkan. Tak ada lagi keceriaan yang dihadirkan seperti dulu yang setiap waktu kita buat. Sekarang ego adalah masalah besar yang kita hadapi, ada yang mengatakan bahwa “kenyataan tak selalu indah seperti bayangan”. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah bantu kita menghadapi ujian di hubungan ini. Entah nanti berakhir tetap dengan aku atau tidak, aku selalu senang menjalaninya dengan kamu. Entah serius atau bercanda hubungan ini, aku bahagia bersama kamu.
Meski sudah melangkah paling hati2, ada saat nya hati akan sakit. Aku sudah tak ingin mengganti/mencari yang baru karena mungkin beranggapan bahwa yang baru lebih baik/lebih menarik tapi apakah itu bisa membuat kita nyaman dengan yang baru? Jatuh cinta mungkin mudah, tapi untuk mempertahankan cinta untuk mengerti bahwa kebosanan dan kejenuhan adalah kestabilan hubungan untuk sadar betapa kekanak2an nya menyudahi. Tapi inilah perjalanan, kaki bertugas melintasi dan hati mempelajari apapun yang akan dihadapi. Sejuta tempat singgah berkelana hingga terdiam dititik lelah masing-masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang disebut rumah. Kalo tempat terbaik untuk pulang adalah rumah, kenapa harus mampir? Kalo tempat ternyaman untuk kembali adalah kamu, kenapa harus yang lain?
Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memulainya, dan bagaimana mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan, dan menjadi dewasa dalam setiap masalah. Detik yang berlalu akan menjadi kenangan, jangan pernah meremehkan kebersamaan. Sebelum waktu mengajari arti sebuah kehilangan dan kita hanya bisa menyalahkan keadaan. Karena yang membuat kita bertahan bukanlah kekuatan tapi ketulusan.

I love you, Bey…